Pernikahan Muslim atau Nikah dirayakan dalam skala besar selama lima hari. Pernikahan Muslim dapat dilakukan kapan saja, karena tidak ada konsep waktu yang menguntungkan. Upacara Nikah dapat dilangsungkan di kediaman pengantin atau di tempat yang nyaman bagi kedua belah pihak.

Ritual Pra-Pernikahan:

Berikut ini uraian singkat tentang ritual pranikah yang diikuti dalam nikah khas muslim.

o Legan Chir: Setelah menyelesaikan tanggal pernikahan, hadiah tunai dikirim ke ayah pengantin wanita oleh ayah pengantin pria.

o Upacara Manjha: Pada hari ketiga, upacara manjha berlangsung. Calon pengantin didudukkan di atas meja persegi kecil dan diurapi dengan haldi (kunyit) yang disediakan oleh keluarga anak laki-laki tersebut.

o Upacara Mehndi: Upacara Mehndi diadakan di rumah pengantin wanita pada malam upacara pernikahan atau beberapa hari sebelumnya. Mengikuti tradisi, kerabat perempuan mempelai wanita mengolesinya dengan pasta kunyit untuk menonjolkan kilau di kulitnya.

Ritual Pernikahan:

Muslim menjalankan serangkaian ritual unik pada saat pernikahan mereka. Silakan baca terus untuk mengetahui bagaimana Muslim Nikah dilakukan.

o Menyambut Baraat: Pengantin pria tiba di tempat pernikahan dengan prosesi pernikahan atau baraat yang terdiri dari saudara dan teman.

o Nikaah: Pada hari keempat, Nikaah Muslim yang sebenarnya atau upacara pernikahan berlangsung. Nikah dapat dilakukan di rumah kedua mempelai, atau di tempat lain yang nyaman. Dalam komunitas Muslim ortodoks, pria dan wanita duduk terpisah di Zenana (untuk wanita) dan Mardaana (untuk pria). Maulvi membaca ayat pernikahan yang dipilih dari Alquran dan Nikaah selesai setelah Ijab-e-Qubul (lamaran dan penerimaan).

Setelah Nikaah-Nama ditandatangani, Qazi menyampaikan khotbah yang disebut Khutba, yang terdiri dari ayat-ayat Alquran yang dibacakan oleh nabi dan yang memberikan penekanan khusus pada kewajiban terhadap wanita. Qazi menjelaskan arti ayat-ayat ini kepada hadirin dengan penjelasan tentang hak dan kewajiban bersama dari pasangan.

o Memberkati Pengantin Pria: Setelah upacara pernikahan selesai, pengantin pria menerima berkah dari wanita yang lebih tua dan menawarkan mereka salam.

o Makan Malam, Doa dan Aarsimashaf: Makan malam adalah pilihan yang mewah. Biasanya, wanita dan pria makan secara terpisah. Setelah makan malam, pengantin baru duduk bersama untuk pertama kalinya. Kepala mereka ditutupi oleh dupatta saat mereka membaca doa di bawah arahan maulvi (pendeta). Alquran ditempatkan di antara pasangan dan mereka diizinkan untuk melihat masing-masing hanya melalui cermin.

Ritual Pasca Pernikahan:

Ritual Pasca Pernikahan yang diikuti dalam Nikah Muslim mirip dengan apa yang kita lihat di pernikahan India lainnya. Namun, di sini adat istiadat diikuti dengan nama yang berbeda dan beberapa variasi budaya dapat diamati.

o Ruksat: Keluarga mempelai wanita mengucapkan perpisahan dengan air mata sebelum dia berangkat ke rumah suaminya.

o Menyambut Mempelai Wanita: Di rumah mempelai pria, ibu dari mempelai pria memegang Alquran di atas kepala menantu yang baru menikah saat dia memasuki rumah barunya untuk pertama kalinya.

o Chauthi: Chauthi adalah hari keempat setelah pernikahan. Merupakan kebiasaan bagi pengantin wanita untuk mengunjungi rumah orang tuanya pada hari ini. Pengantin wanita menerima sambutan yang menggembirakan pada hari ini.

o Valimah: Valimah adalah resepsi mewah yang diadakan oleh keluarga mempelai pria setelah Nikaah. Ini adalah acara yang menggembirakan yang menyatukan kedua keluarga, kerabat dan teman mereka.

Baca Juga: Pengendalian Hama – Mengatasi Masalah Rayap Sebelum Menjadi Invasi Skala Penuh

Ritual Pernikahan Muslim – Upacara Pernikahan Muslim

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *